Program studi yang menghasilkan teknisi yang mampu dalam mengoperasikan, memelihara, memperbaiki, menguji kinerja dan memodifikasi alat mesin maupun fasilitas pendukung tata air pertanian serta mampu mengelola usaha di bidang tata air pertanian.
Program studi tata air pertanian merupakan pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sumber daya air, pengembangan sistem irigasi, serta pemeliharan kuaitas air untuk keperluan pertanian. Untuk mencapai hal tersebut peserta didik dibekali dengan pengetahuan teknis dan praktis yang luas terkait aspek teknis dengan air dalam konteks pertanian. Pengembangan Pendidikan di prodi tata air pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja di bidang pengelolaan sumber daya lahan dan air dan memiliki kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan menciptakan lapangan kerja. SDM pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing dibutuhkan dalam pembangunan pertanian kedepannya. Lulusan program studi tata air pertanian harus memiliki kemampuan teknis di bidang desain, konstruksi, dan operasi sistem irigasi dan identifikasi potensi sumber daya lahan, yaitu mampu melakukan perencanaan, pengukuran, pengawasan, dan evaluasi sistem irigasi sesuai standar prosedur yang digunakan dalam proses pengairan lahan (irigasi dan drainase), peningkatan efisiensi air, pengendalian banjir, hingga proses konservasi air. Selain itu lulusan harus memiliki kemampuan melakukan pekerjaan teknis di bidang pengoperasian, perawatan, dan perbaikan fasilitas produksi pertanian seperti teknologi pendukung proses pengolahan air secara mekanis, fasilitas perbaikan pompa air (mesin produksi), fasilitas perbengkelan, serta fasilitas lainnya yang mendukung proses budidaya.
Untuk menunjang peningkatan pemanfaatan sumber daya air pertanian secara berkelanjutan, diperlukan kualitas sistem irigasi yang baik yang mampu mendukung setiap proses budidaya dan mampu bekerja dengan efisiensi dan efektivitas air yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun hal-hal yang terkait dengan hal ini yang dapat dilakukan oleh lulusan program studi tata air pertanian adalah memilih jenis sistem irigasi yang sesuai dengan kondisi lahan, tanaman, dan sumber air yang tersedia. Ada beberapa jenis sistem irigasi, seperti irigasi tetes, irigasi curah, irigasi saluran terbuka, dan irigasi bawah permukaan. Setiap jenis sistem irigasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga perlu dipertimbangkan secara cermat oleh lulusan program studi tata air pertanian. Disamping ini lulusan program studi tata air pertanian dapat mengoperasikan pompa air yang memiliki SNI atau minimal memiliki Persyaratan Teknis Minimal (PTM) yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian. Pompa air yang berkualitas akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air, serta mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan.
Leave a Reply