Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian adalah program studi yang memenghasilkan lulusan yang mampu mengoperasikan, memelihara, memperbaiki, menguji kinerja, serta memodifikasi alat dan mesin maupun fasilitas prapanen dan panen pertanian, serta mampu mengelola usaha di bidang tersebut untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan alat mesin pertanian.
Pengembangan pendidikan program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja di bidang mekanisasi pertanian dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya. Pelaksanaan Pendidikan pada program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. SDM pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing dibutuhkan dalam Pembangunan pertanian kedepannya. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan memiliki kemampuan teknis di bidang alat mesin prapanen dan panen, yaitu mampu melakukan berbagai macam prosedur perawatan dan perbaikan alat mesin pertanian sesuai standar prosedur yang digunakan dalam proses pengolahan lahan (persiapan lahan), penanaman, perawatan tanam, hingga proses panen. Selain itu lulusan harus memiliki kemampuan melakukan pekerjaan teknis di bidang pengoperasian, perawatan, dan perbaikan fasilitas produksi pertanian seperti teknologi pendukung proses pembibitan padi secara mekanis, fasilitas perbaikan alsin (mesin produksi), fasilitas perbengkelan, serta fasilitas lainnya yang mendukung proses budidaya di lapangan.
Untuk menunjang peningkatan pemanfaatan alat mesin pertanian secara berkelanjutan, diperlukan kualitas alat mesin yang baik yang mampu mendukung setiap proses budidaya dan mampu bekerja dengan kapasitas dan kualitas kerja alat dan mesin yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam proses penilaian kapasitas dan kualitas kerja tersebut, lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharuskan memiliki kompetensi sebagai analis kinerja alat mesin prapanen maupun panen sesuai dengan SNI dan kondisi agroekosistem yang dihadapi. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan SDM dengan kemampuan analis dan pengujian alat mesin yang masih sangat kurang, baik di tingkat daerah maupun lembaga swasta yang bergerak di bidang alat mesin pertanian. Tujuan akhir dari kompetensi lulusan ini adalah terjaminnya kualitas alat mesin pertanian yang beredar di masyarakat, sehingga keberlanjutan penggunaan alat mesin dapat berjalan dengan baik.
Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya untuk menjadi entrepreneur society. Untuk itu program studi teknologi mekanisasi pertanian harus memiliki kemampuan dalam bidang usaha pendukung keberlanjutan pemanfaatan alat mesin prapanen dan panen di lapangan. Potensi wirausaha bidang jasa servis, penjualan sukucadang (sparepart), serta modifikasi alat mesin sesuai kondisi agroekosistem masih sangat luas. Pada umumnya, keberadaan alat mesin pertanian yang sebagian besar merupakan bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tidak dibarengi dengan keberadaan sistem purnajual dari alat mesin tersebut. Terlebih lagi keberadaan alat mesin pertanian sebagian besar terletak jauh dari Kawasan perdagangan, sehingga model bisnis dan pelayanan purnajual alat mesin pertanian harus dapat mencapai lokasi tersebut. Untuk itulah lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian memiliki kemampuan wirausaha bidang purnajual alat mesin pertanian yang mampu menyelesaikan permasalahan dukungan sukucadang maupun jasa servis dan perbaikan yang menyasar lokasi alat mesin pertanian secara langsung.
Leave a Reply