Teknologi Mekanisasi Pertanian

Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang yang lokasinya berada di , .

ini didirikan pertama kali pada tahun 2019-08-02T00:00:00Z.

Akreditasi Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia terakreditasi grade Baik.

Profil Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Berikut adalah profil dari program studi Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang berlokasi di Kecamatan , .

UniversitasPoliteknik Enjiniring Pertanian Indonesia
Kode Program Studi21411
AkreditasiBaik
JenjangD3
Visi

Visi Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian adalah

” Menjadi program studi unggul bertaraf internasional dalam menghasilkan teknisi, analis, dan wirausahawan bidang alat mesin prapanen dan panen tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan yang profesional, mandiri, dan berdaya saing untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian”.

Misi

Dalama rangka mewujudkan visi Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, maka disusun misi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Adapun ruusan misi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pendidikan vokasi secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang alat mesin prapanen dan panen tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
  2. Melaksanakan tata kelola kelembagaan program studi yang profesional, dinamis, transparan, akuntabel dan berkelanjutan.
  3. Melakukan upaya peningkatan mutu sumberdaya pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan bidang teknis pengelolaan alat mesin prapanen dan panen tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
  4. Menjalin kemitraaan dan bekerja sama dengan direktorat teknis lingkup Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, institusi pendidikan, institusi penelitian maupun lembaga swasta yang bergerak di bidang mekanisasi pertanian.
  5. Melaksanakan sistem manajemen program studi bertaraf internasional yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
  6. Membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, bekerja keras, terus menerus belajar dan berkarya, bermanfaat dan profesional, serta siap untuk turut berperan dalam program pertanian nasional.


Telepon(021) 50972050
Fax(021) 50972050
Provinsi
Kota/Kabupaten
Kecamatan
Kelurahan
AlaamtJl. Sinarmas Boulevard Situ Gadung, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15338
Kodepos
Email[email protected]
Website pepi.ac.id

Jangan diklik »

Deskripsi

Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian adalah program studi yang memenghasilkan lulusan yang mampu mengoperasikan, memelihara, memperbaiki, menguji kinerja, serta memodifikasi alat dan mesin maupun fasilitas prapanen dan panen pertanian, serta mampu mengelola usaha di bidang tersebut untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan alat mesin pertanian.

 

Pengembangan pendidikan program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja di bidang mekanisasi pertanian dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya. Pelaksanaan Pendidikan pada program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. SDM pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing dibutuhkan dalam Pembangunan pertanian kedepannya. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan memiliki kemampuan teknis di bidang alat mesin prapanen dan panen, yaitu mampu melakukan berbagai macam prosedur perawatan dan perbaikan alat mesin pertanian sesuai standar prosedur yang digunakan dalam proses pengolahan lahan (persiapan lahan), penanaman, perawatan tanam, hingga proses panen. Selain itu lulusan harus memiliki kemampuan melakukan pekerjaan teknis di bidang pengoperasian, perawatan, dan perbaikan fasilitas produksi pertanian seperti teknologi pendukung proses pembibitan padi secara mekanis, fasilitas perbaikan alsin (mesin produksi), fasilitas perbengkelan, serta fasilitas lainnya yang mendukung proses budidaya di lapangan.

 

Untuk menunjang peningkatan pemanfaatan alat mesin pertanian secara berkelanjutan, diperlukan kualitas alat mesin yang baik yang mampu mendukung setiap proses budidaya dan mampu bekerja dengan kapasitas dan kualitas kerja alat dan mesin yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam proses penilaian kapasitas dan kualitas kerja tersebut, lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharuskan memiliki kompetensi sebagai analis kinerja alat mesin prapanen maupun panen sesuai dengan SNI dan kondisi agroekosistem yang dihadapi. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan SDM dengan kemampuan analis dan pengujian alat mesin yang masih sangat kurang, baik di tingkat daerah maupun lembaga swasta yang bergerak di bidang alat mesin pertanian. Tujuan akhir dari kompetensi lulusan ini adalah terjaminnya kualitas alat mesin pertanian yang beredar di masyarakat, sehingga keberlanjutan penggunaan alat mesin dapat berjalan dengan baik.

 

Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya untuk menjadi entrepreneur society. Untuk itu program studi teknologi mekanisasi pertanian harus memiliki kemampuan dalam bidang usaha pendukung keberlanjutan pemanfaatan alat mesin prapanen dan panen di lapangan. Potensi wirausaha bidang jasa servis, penjualan sukucadang (sparepart), serta modifikasi alat mesin sesuai kondisi agroekosistem masih sangat luas. Pada umumnya, keberadaan alat mesin pertanian yang sebagian besar merupakan bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tidak dibarengi dengan keberadaan sistem purnajual dari alat mesin tersebut. Terlebih lagi keberadaan alat mesin pertanian sebagian besar terletak jauh dari Kawasan perdagangan, sehingga model bisnis dan pelayanan purnajual alat mesin pertanian harus dapat mencapai lokasi tersebut. Untuk itulah lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian memiliki kemampuan wirausaha bidang purnajual alat mesin pertanian yang mampu menyelesaikan permasalahan dukungan sukucadang maupun jasa servis dan perbaikan yang menyasar lokasi alat mesin pertanian secara langsung.

Legalitas Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian

SK Pendirian
: 663/KPT/I/2019
Tanggal SK Pendirian
: 2019-08-02T00:00:00Z

Data Mahasiswa di Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Daftar jumlah mahasiswa di Teknologi Mekanisasi Pertanian - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.

SemesterJumlah Mahasiswa
20232106
20231106
2022287
2022189
2021270
2021171
2020247
2020148
2019224
2019124

Perhatian: Kami tidak dapat menjamin dan tidak bertanggung jawab terhadap keakuratan dan keaktualan data yang ada pada halaman ini. Selalu kroscek kembali dengan pihak Teknologi Mekanisasi Pertanian.

Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian adalah program studi yang memenghasilkan lulusan yang mampu mengoperasikan, memelihara, memperbaiki, menguji kinerja, serta memodifikasi alat dan mesin maupun fasilitas prapanen dan panen pertanian, serta mampu mengelola usaha di bidang tersebut untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan alat mesin pertanian.

 

Pengembangan pendidikan program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja di bidang mekanisasi pertanian dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya. Pelaksanaan Pendidikan pada program studi teknologi mekanisasi pertanian berorientasi pada pengembangan kemampuan lulusan untuk siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. SDM pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing dibutuhkan dalam Pembangunan pertanian kedepannya. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan memiliki kemampuan teknis di bidang alat mesin prapanen dan panen, yaitu mampu melakukan berbagai macam prosedur perawatan dan perbaikan alat mesin pertanian sesuai standar prosedur yang digunakan dalam proses pengolahan lahan (persiapan lahan), penanaman, perawatan tanam, hingga proses panen. Selain itu lulusan harus memiliki kemampuan melakukan pekerjaan teknis di bidang pengoperasian, perawatan, dan perbaikan fasilitas produksi pertanian seperti teknologi pendukung proses pembibitan padi secara mekanis, fasilitas perbaikan alsin (mesin produksi), fasilitas perbengkelan, serta fasilitas lainnya yang mendukung proses budidaya di lapangan.

 

Untuk menunjang peningkatan pemanfaatan alat mesin pertanian secara berkelanjutan, diperlukan kualitas alat mesin yang baik yang mampu mendukung setiap proses budidaya dan mampu bekerja dengan kapasitas dan kualitas kerja alat dan mesin yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam proses penilaian kapasitas dan kualitas kerja tersebut, lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharuskan memiliki kompetensi sebagai analis kinerja alat mesin prapanen maupun panen sesuai dengan SNI dan kondisi agroekosistem yang dihadapi. Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan SDM dengan kemampuan analis dan pengujian alat mesin yang masih sangat kurang, baik di tingkat daerah maupun lembaga swasta yang bergerak di bidang alat mesin pertanian. Tujuan akhir dari kompetensi lulusan ini adalah terjaminnya kualitas alat mesin pertanian yang beredar di masyarakat, sehingga keberlanjutan penggunaan alat mesin dapat berjalan dengan baik.

 

Lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang terdapat di sekitarnya untuk menjadi entrepreneur society. Untuk itu program studi teknologi mekanisasi pertanian harus memiliki kemampuan dalam bidang usaha pendukung keberlanjutan pemanfaatan alat mesin prapanen dan panen di lapangan. Potensi wirausaha bidang jasa servis, penjualan sukucadang (sparepart), serta modifikasi alat mesin sesuai kondisi agroekosistem masih sangat luas. Pada umumnya, keberadaan alat mesin pertanian yang sebagian besar merupakan bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tidak dibarengi dengan keberadaan sistem purnajual dari alat mesin tersebut. Terlebih lagi keberadaan alat mesin pertanian sebagian besar terletak jauh dari Kawasan perdagangan, sehingga model bisnis dan pelayanan purnajual alat mesin pertanian harus dapat mencapai lokasi tersebut. Untuk itulah lulusan program studi teknologi mekanisasi pertanian memiliki kemampuan wirausaha bidang purnajual alat mesin pertanian yang mampu menyelesaikan permasalahan dukungan sukucadang maupun jasa servis dan perbaikan yang menyasar lokasi alat mesin pertanian secara langsung.

Leave a Reply

Write a Reply or Comment