Program studi kesehatan lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku
merupakan program studi yang sudah berlangsung relatif cukup lama sejak tahun
1995 dengan nama Pendidikan Ahli Madya Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan (PAM
SKL) Ambon pada pendidikan kesehatan terpadu (Multy Stream Academy) yang
terdiri dari beberapa jurusan. Pada tahun 2001 sesuai keputusan menteri
kesehatan RI No : 1207/MENKES/SK/XI/2001 tentang pembentukan politeknik
kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, Ambon, dan Trenate,
dengan demikian setelah keputusan menteri kesehatan tersebut keluar maka
pendidikan kesehatan terpadu (Multy Stream Academy) berubah nama menjadi
Politeknik Kesehatan Ambon yang terdiri dari jurusan keperawatan, jurusan
kesehatan lingkungan, jurusan gizi dan Jurusan kebidanan serta 2 program studi
yakni program studi keperawatan masohi dan program studi keperawatan tual.
Kemudian pada tahun
2007 sesuai peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No :
890/MENKES/PER/VII/2007 tentang organisasi dan tata kerja politeknik kesehatan
maka politeknik kesehatan ambon di ganti nama menjadi Politeknik Kesehatan
Depkes Maluku yang beralamat kampus : jln Laksda Leo Wattimena negeri Lama
Ambon. Program studi pendidikan diploma III kesehatan lingkungan politeknik
kesehatan kemenkes Maluku di kembangkan berdasarkan falsafah dan kerangka
pembangunan nasional khususnya pembangunan dibidang kesehatan lingkungan.
Sistem rekrutmen dan
penerimaan mahasiswa baru melalui Sipenmaru
Poltekkes Kemenkes diselenggarakan terpadu secara nasional berdasarkan Undang
–Undang No 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, pasal 73 menjelaskan bahwa penerimaan
mahasiswa baru untuk setiap jurusan dan program studi dapat diakukan melalui
pola penerimaan secara nasional dan bentuk lain. Pengelolaan Penyelenggaraan
Sipenmaru Poltekkes Kemenkes diatur dengan surat Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.03/I/3/2/03478/2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Seleksi Penerimaan
Mahasiswa Baru Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, dan berdasarkan PP
Nomor 4/2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan
Perguruan Tinggi, Poltekkes Kemenkes Maluku juga diberikan keleluasan untuk
menetapkan persyaratan akademis yang sesuai dengan kebutuhan masing – masing
daerah.
Prodi kesehatan lingkungan semenjak tahun 1995 s/d 2016 telah meluluskan ± 1500 lulusan yang tersebar di seluruh penjuru
nusantara .Proses pengajaran pada Diploma III Kesehatan Lingkungan Poltekkes
Kemenkes Maluku harus menyelesaikan 116
SKS yang terdiri dari 97 SKS kurikulum inti dan 19 SKS kurikulum institusional
degan metode tugas mandiri, ceramah, diskusi, Tanya jawab, yang dilaksanakan di
dalam kelas serta melakukan praktikum pada laboratorium, workshop (bengkel kerja) dan praktik
lapangan sedangkan untuk kegiatan pengabdian
masyakat prodi kesehatan lingkungan melaksanakan kegiatan praktik kerja lapang desa terpadu yang
berkolaborasi dengan jurusan yang ada di poltekkes kemenkes Maluku selama
3 minggu s/d 1 bulan pada desa-desa yang ada di provinsi Maluku. Bukan
saja pengajaran dan pengabdian masyarakan yang dilakukan oleh prodi, penelitian
pun dilakukan sebagai syarat kelulusan selain itu mahasiswa dilibatkan dalam
melakukan penelitian bersama dengan dosen yang ada di prodi dengan harapan
memiliki kompetensi.
Leave a Reply