Program studi Sains Informasi Geografi sebagai salah satu jurusan dalam lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Sains Informasi Geografi untuk mengisi pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pesatnya perkembangan dan modernisasi teknologi dan informasi membutuhkan generasi sumberdaya manusia yang mampu memandang tantangan dan persoalan di era globalisasi sebagai kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan bangsa. Sumberdaya manusia unggul yang mampu memajukan bangsa dan negara adalah manusia yang beketerampilan tinggi, berpendidikan, dan menguasai iptek berlandasakan iman dan taqwa. Seluruh kegiatan pendidikan di program studi Sains Informasi Geografi berdasarkan pada Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara.
Program studi Sains Informasi Geografi memiliki konsentrasi ilmu Sains Informasi Geografi di bidang geospasial tematik dan geospasial dasar serta penguasaan teknologi di bidang geospasial. Kompetensi lulusan di Prodi Sains Informasi Geografi juga dibekali kompetensi dalam bidang manajamen proyek perencanaan dan perencanaan proyek pemetaan. Kurikulum prodi SIG memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan passion wirausaha dengan pemberian mata kuliah kewirausahaan dan business project yang merupakan nilai tambah bagi kompetensi lulusan program studi Sains Informasi Geografi.
Program studi Sains Informasi Geografi sadar bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting dan strategis. IPTEK yang diberikan haruslah solutif dan inovatif mengikuti tantangan perkembangan zaman. Hal ini juga sejalan dengan Universitas Mahakarya Asia yang sadar betul bahwa era globalisasi, era bersatunya dunia, sudah dan sedang berlangsung. Berbagai masalah dan dampak yang timbul dari era globalisasi ini hanya dapat diatasi dengan solusi yang berbasis pengetahuan (Knowledge Based Solution). Kemampuan bersaing mengatasi berbagai masalah tersebut akan memberikan keuntungan terhadap pemenangnya. Daya saing tersebut tidak lagi bergantung pada kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia (tenaga kerja) yang murah, tetapi bergantung pada distinctive competence yang dimiliki oleh suatu bangsa. Sumber daya manuia yang tersedia akan dapat mendukung pertumbuhan bila disertai penguasaan terhadap IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan Imtaq (Iman Dan Taqwa) yang memadai.
Leave a Reply