Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang yang alamatnya di , .

ini pertama kali berdiri pada tahun 1984-08-21T00:00:00Z.

Akreditasi Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang

Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang terakreditasi grade Unggul.

Profil Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang

Berikut adalah profil dari program studi Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang yang berlokasi di Kecamatan , .

UniversitasUniversitas Negeri Malang
Kode Program Studi86201
AkreditasiUnggul
JenjangS1
Visi

menerapkan keilmuan Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling inovatif berbasis kehidupan yang menggunakan teknologi informasi untuk menghasilkan lulusan yang terampil, berinovasi, dan bertanggungjawab dalam mengelola layanan bimbingan dan konseling, dan memperoleh pengakuan secara nasional.

Misi
  1. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik berbasis kehidupan dan teknologi informasi dengan mengintegrasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menghasilkan lulusan yang mampu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling inovatif.
  2. Melaksanakan penelitian dan memanfaatkan hasil penelitian yang berkelanjutan dalam rangka pengembangan ilmu, teknologi dan seni bidang bimbingan dan konseling inovatif.
  3. Melaksanakan dan memanfaatkan ilmu, teknologi, dan seni dalam bidang bimbingan dan konseling inovatif untuk kesejahteraan hidup masyarakat.
Telepon0341-566962
Fax0341-566962
Provinsi
Kota/Kabupaten
Kecamatan
Kelurahan
AlaamtJalan Semarang 5 Malang
Kodepos
Email[email protected]
Website [email protected]

Jangan diklik »

Deskripsi

Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (BK FIP UM) berdiri sejak tahun 1964 yang pada saat itu menggunakan nama Departemen Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Pada tahun 1972,seiring dengan perkembangan di bidang bimbingan, istilah penyuluhan diganti dengan konseling. Departemen Bimbingan dan Penyuluhan berganti nama menjadi Departemen Bimbingan dan Konseling Sekolah (BKS).Pada tahun 1980-an muncul wacana akan dibuka program studi Psikologi Pendidikan, sehingga namapun diganti menjadi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB). Pada tahun 1983 jurusan PPB menerima mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, dan mahasiswa program studi Psikologi Pendidikan.Pada bulan Agustus tahun 2000, Jurusan PPB berubah menjadi jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi (BKP). Pada tanggal 2 Februari 2012 jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi berubah menjadi jurusan Bimbingan dan Konseling (BK).

Program Studi Bimbingan dan Konseling merorientasi menghasilkan Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling yang menguasai ilmu pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling untuk melaksanakanlayanan bimbingan dan konseling inovatif dan memandirikan di berbagai jenis, jalur dan jenjang pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Secara rinci, Program StudiSarjana (S1) Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan menghasilkan.

1.   Sarjana bidang Bimbingan dan Konseling yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan layanan bimbingan dan konseling inovatif yang memandirikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

2.   Karya ilmiah bidang bimbingan dan konseling inovatif yang mendapat pengakuan nasional maupun internasional untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling di berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

3.   Karya layanan bimbingan dan konseling inovatif bagi masyarakat untuk mengembangkan sumberdaya manusia di berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

Program studi Bimbingan dan Konseling (BK) sudah merumuskan kurikulum S-1 BK berbasis KKNI dan sudah diterapkan mulai tahun ajaran 2017/2018. Akan tetapi pengembangan kurikulum S-1 BK menggunakan pendekatan KKNI belumlah mencukupi untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan kurikulum S-1 BK mampu memfasilitasi pengembangan kapasitas individu yang memiliki kapabilitas sehingga mampu menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tuntutan perubahan. Selain itu kurikulum S-1 BK diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kapabilitasnya secara mandiri.Menyikapi tuntutan perubahan tersebut, maka perlu dirumuskan kembali kurikulum S-1 BK yang memadukan unsur pendekatan kompetensi, pendekatan kapabilitas, dan pendekatan komprehensif/transdisiplin. Pendekatan kompetensi merupakan perwujudan dari kurikulum yang berbasis KKNI, yang disempurnakan dengan pendekatan kapabilitas dan transdisiplin. Diharapkan dengan memadukan tiga pendekatan ini, kurikulum S-1 BK memiliki keunggulan dalam menyiapkan generasi di masa yang akan datang yang memiliki daya saing global.

Legalitas Prodi Bimbingan Dan Konseling

SK Pendirian
: 5778/D/T/K-N/2011
Tanggal SK Pendirian
: 2011-03-09T00:00:00Z

Data Mahasiswa di Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang

Daftar jumlah mahasiswa di Bimbingan Dan Konseling - Universitas Negeri Malang.

SemesterJumlah Mahasiswa
20232552
20231581
20222482
20221510
20212473
20211561
20202481
20201525
20192532
20191477
20182517
20181540
20172437
20171617
20162354
20161426
20152373
20151403
20142374
20141446
20132369
20131410
20122406
20121446
20112447
20111507
20102428
20101434
20092404
20091382

Perhatian: Kami tidak dapat menjamin dan tidak bertanggung jawab terhadap keakuratan dan keaktualan data yang ada pada halaman ini. Selalu kroscek kembali dengan pihak Bimbingan Dan Konseling.

Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (BK FIP UM) berdiri sejak tahun 1964 yang pada saat itu menggunakan nama Departemen Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Pada tahun 1972,seiring dengan perkembangan di bidang bimbingan, istilah penyuluhan diganti dengan konseling. Departemen Bimbingan dan Penyuluhan berganti nama menjadi Departemen Bimbingan dan Konseling Sekolah (BKS).Pada tahun 1980-an muncul wacana akan dibuka program studi Psikologi Pendidikan, sehingga namapun diganti menjadi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB). Pada tahun 1983 jurusan PPB menerima mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, dan mahasiswa program studi Psikologi Pendidikan.Pada bulan Agustus tahun 2000, Jurusan PPB berubah menjadi jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi (BKP). Pada tanggal 2 Februari 2012 jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi berubah menjadi jurusan Bimbingan dan Konseling (BK).

Program Studi Bimbingan dan Konseling merorientasi menghasilkan Sarjana Pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling yang menguasai ilmu pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling untuk melaksanakanlayanan bimbingan dan konseling inovatif dan memandirikan di berbagai jenis, jalur dan jenjang pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Secara rinci, Program StudiSarjana (S1) Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan menghasilkan.

1.   Sarjana bidang Bimbingan dan Konseling yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan layanan bimbingan dan konseling inovatif yang memandirikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

2.   Karya ilmiah bidang bimbingan dan konseling inovatif yang mendapat pengakuan nasional maupun internasional untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling di berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

3.   Karya layanan bimbingan dan konseling inovatif bagi masyarakat untuk mengembangkan sumberdaya manusia di berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

Program studi Bimbingan dan Konseling (BK) sudah merumuskan kurikulum S-1 BK berbasis KKNI dan sudah diterapkan mulai tahun ajaran 2017/2018. Akan tetapi pengembangan kurikulum S-1 BK menggunakan pendekatan KKNI belumlah mencukupi untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan kurikulum S-1 BK mampu memfasilitasi pengembangan kapasitas individu yang memiliki kapabilitas sehingga mampu menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tuntutan perubahan. Selain itu kurikulum S-1 BK diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kapabilitasnya secara mandiri.Menyikapi tuntutan perubahan tersebut, maka perlu dirumuskan kembali kurikulum S-1 BK yang memadukan unsur pendekatan kompetensi, pendekatan kapabilitas, dan pendekatan komprehensif/transdisiplin. Pendekatan kompetensi merupakan perwujudan dari kurikulum yang berbasis KKNI, yang disempurnakan dengan pendekatan kapabilitas dan transdisiplin. Diharapkan dengan memadukan tiga pendekatan ini, kurikulum S-1 BK memiliki keunggulan dalam menyiapkan generasi di masa yang akan datang yang memiliki daya saing global.

Leave a Reply

Write a Reply or Comment