Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) didirikan pada tahun 1964 yang dahulu terkenal dengan nama Jurusan Pendidikan Sosial. Pada tahun 1972 berubah nama menjadi Departemen Pendidikan Sosial yang menyelenggrakan program sarjana muda dan program doktoral. Selanjutnya pada tahun 1980 lembaga tersebut berubah nama menjadi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah hingga sekarang. Seiring dengan perkembangan kebutuhan tenaga pendidikan luar sekolah di Indonesia, karena pertumbuhan dan perkembangan akan layanan program PLS, pada tahun 1986 di bawah koordinasi Program Pascasarjana (PPs) dibuka program magister (S-2) PLS, Berkat upaya sungguh-sungguh dan komitmen yang konsisten dari semua pihak terkait maka pada tahun 2000 dan 2009 Program S2 PLS berhasil memperoleh akreditasi nilai A berdasarkan surat Ke-putusan BAN PT Nomor 002/BAN-PT/Akl-XII/SI/IV/2009. Selanjutnya sehubungan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan luar sekolah di tanah air semakin meningkat, kemudian dibuka Program Studi Doktor (S3) PLS dengan ijin operasional berdasarkan surat Keputusan Kemendikbud RI No. 174/E/O/2013 tanggal 30 April 2013. Pada saat itu Program Studi Doktor PLS bernaung di bawah Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Ketua Program Studi pertama Bapak Dr. Sanapiah S. Faisal, Bapak Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A, dilanjutkan ibu Dr. Umi Dayati, M.Pd., dan pada tahun 2019 dilanjutkan oleh Bapak Dr. H. M. Ishaq, M.Pd di bawah koordinasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Mahasiswa pertama berjumlah 4 (empat) orang a.n: Dr. Gunarti Dwi Lestari (Dosen Unesa), Dr. Harun Al Rasyid, M.S., (Kepala BPPAUD Dikmas Surabaya), (3) Dr. Wododo, M.Pd (Dosen Unesa), dan (4) Drs. Muzaki, M.Si. (Pamong Belajar BPPAUD Dikmas Surabaya), pada tahun-tahun berikutnya mengalami peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan.
Program Doktor pendidikan luar sekolah membentuk lulusan yang berakhlak mulia dan memiliki pemikiran kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, berbasis teknologi informasi dan menguasai keilmuan pendidikan luar sekolah serta mampu menemukan teori dan karya inovatif berbasis penelitian di bidang pemberdayaan masyarakat, pelatihan dan kursus, serta pendidikan keluarga melalui pendekatan interdisiplin, multidisiplin, dan transdisiplin.
Leave a Reply