Pendidikan Kimia

Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana yang alamatnya di , .

ini berdiri sejak 1984-08-21T00:00:00Z.

Akreditasi Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana

Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana memiliki akreditasi grade B.

Profil Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana

Berikut adalah profil dari program studi Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana yang berlokasi di Kecamatan , .

UniversitasUniversitas Nusa Cendana
Kode Program Studi84204
AkreditasiB
JenjangS1
Visi

Menjadi program studi yang unggul dalam pengembangan pembelajaran sains kimia untuk menghasilkan calon guru kimia yang berkarakter dan kompeten serta berorientasi global pada tahun 2025.

Misi

Misi program Studi Pendidikan Kimia adalah :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sains kimia yang bermutu dan relevan dengan perkembangan IPTEKS. untuk menghasilkan calon guru kimia yang mampu bersaing pada tingkat regional, nasional dan internasional.
  2. Menyelenggarakan penelitian di bidang pendidikan dan sains kimia yang berakar pada kearifan budaya lahan kering kepulauan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan dan sains kimia sesuai dengan kebutuhan pembangunan masyarakat lahan kering kepualuan.
  4. Menyelenggarakan program studi yang sehat dalam rangka penguatan tatakelola, transparansi, akuntabel dan pelayanan prima untuk menunjang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkesinambungan untuk mendukung Undana menjadi perguruan tinggi yang berorientasi global.
Telepon0380 822515
Fax
Provinsi
Kota/Kabupaten
Kecamatan
Kelurahan
AlaamtJalan Adisucipto Penfui
Kodepos
Email[email protected]
Website https://pendkimia.undana.ac.id/

Jangan diklik »

Deskripsi

Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Undana jenjang S1 dibuka pada tahun 1993 brdasarkan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor: 293/DIKTI/Kep/1993 tanggal 10 Mei 1993. Pembukaan program studi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru kimia di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang waktu itu dirasakan sangat mendesak karena banyak sekolah yang tidak memiliki guru kimia.

Dalam struktur kelembagaan, awalnya program studi ini bernaung di bawah Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Jurusan PMIPA) sampai akhir tahun 2017. Pada tahun-tahun awal dibukanya program studi ini, banyak kendala yang dihadapi, terutama kurangnya tenaga pengajar (dosen). Untuk mengatasi kekurangan tersebut maka selain membuka penerimaan dosen baru sebagai dosen tetap (PNS), pimpinan universitas dan fakultas menerima tenaga dosen tidak tetap (dosen luar biasa) yang waktu itu diisi oleh beberapa dosen dari perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Kupang, utamanya dari Universitas Widya Mandira (Unwira). Beberapa dosen dari fakultas lain dalam lingkungan undana sendiri, misalnya Fakultas Pertanian ditugaskan untuk membantu di Program Studi Pendidikan Kimia. Selain itu, melalui Program “Basic Science” yang merupakan kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia yang melibatkan tiga Perguruan Tinggi di Indonesia Timur (Universitas Nusa Cendana, Kupang; Universtas Udayana, Bali; Universitas Mataram, Mataram) beberapa kali mendatangkan dosen tamu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) secara bergantian untuk mengajar di Program Studi Pendidikan Kimia sehingga semua perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Melalui program Basic Science juga, berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dosen dan tenaga laboratorium dilaksanakan secara bergantian di tiga perguruan tinggi yang terlibat dengan mendatangkan tenaga ahli dari Indonesia maupun dari Australia. Peralatan laboratorium dan bahan-bahan kimia banyak yang diadakan melalui program tersebut.

Pada tahun 2000, terjadi pembentukan UPT MIPA (bakal FMIPA kemudian FST), beberapa dosen di Program Studi Pendidikan Kimia dialihkan ke unit atau fakultas tersebut sehingga terjadi lagi kekurangan tenaga dosen tetap. Namun demikian, kekurangan ini bisa diatasi dengan kebijakan bahwa dosen-dosen yang sudah dipindahkan harus tetap membantu mengajar pada Program Studi Pendidikan Kimia. Dengan demikian maka dari aspek akademik dan pembelajaran, kualitas program studi tetap terjamin.

Sejak dimulainya sistem akreditasi bagi perguruan tinggi pada sekitar tahun 2000, awalnya Program Studi Pendidikan Kimia memperoleh akreditasi C, kemudian pada tahun 2004 memperoleh akreditasi B sampai tahun 2010. Antara tahun 2010 sampai dengan 2014, akreditasi turun kembali ke C dan tahun 2015 sampai saat ini nilai akreditasinya kembali ke nilai B. Akreditasi pada tahun 2019 memperoleh nilai 349 dengan peringkat akreditasi B, masa akreditasi 5 (lima) tahun dari tanggal 12 Juni 2019 s.d. 12 Juni 2024 dengan No. SK 1935/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019.

Sejak dibuka, Program Studi Kimia telah menghasilkan lulusan tidak kurang dari 700 orang Sarjana Pendidikan Kimia dan sebagaian besar sudah mengabdi menjadi tenaga guru yang tersebar di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur dan beberapa di antaranya tersebar sampai ke luar propinsi NTT.

Legalitas Prodi Pendidikan Kimia

SK Pendirian
: 5121/D/T/K-N/2011
Tanggal SK Pendirian
: 2011-01-04T00:00:00Z

Data Mahasiswa di Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana

Daftar jumlah mahasiswa di Pendidikan Kimia - Universitas Nusa Cendana.

SemesterJumlah Mahasiswa
202329
20231408
20222528
20221456
20212406
20211447
20202402
20201434
20192395
20191440
20182339
20181410
20172328
20171356
2016229
20161319
20152144
20151240
20142211
20141273
20132230
20131312
20122243
20121260
20112214
20111181
2010259
20101128
20092165
20091182

Perhatian: Kami tidak dapat menjamin dan tidak bertanggung jawab terhadap keakuratan dan keaktualan data yang ada pada halaman ini. Selalu kroscek kembali dengan pihak Pendidikan Kimia.

Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Undana jenjang S1 dibuka pada tahun 1993 brdasarkan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor: 293/DIKTI/Kep/1993 tanggal 10 Mei 1993. Pembukaan program studi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru kimia di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang waktu itu dirasakan sangat mendesak karena banyak sekolah yang tidak memiliki guru kimia.

Dalam struktur kelembagaan, awalnya program studi ini bernaung di bawah Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Jurusan PMIPA) sampai akhir tahun 2017. Pada tahun-tahun awal dibukanya program studi ini, banyak kendala yang dihadapi, terutama kurangnya tenaga pengajar (dosen). Untuk mengatasi kekurangan tersebut maka selain membuka penerimaan dosen baru sebagai dosen tetap (PNS), pimpinan universitas dan fakultas menerima tenaga dosen tidak tetap (dosen luar biasa) yang waktu itu diisi oleh beberapa dosen dari perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Kupang, utamanya dari Universitas Widya Mandira (Unwira). Beberapa dosen dari fakultas lain dalam lingkungan undana sendiri, misalnya Fakultas Pertanian ditugaskan untuk membantu di Program Studi Pendidikan Kimia. Selain itu, melalui Program “Basic Science” yang merupakan kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia yang melibatkan tiga Perguruan Tinggi di Indonesia Timur (Universitas Nusa Cendana, Kupang; Universtas Udayana, Bali; Universitas Mataram, Mataram) beberapa kali mendatangkan dosen tamu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) secara bergantian untuk mengajar di Program Studi Pendidikan Kimia sehingga semua perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Melalui program Basic Science juga, berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dosen dan tenaga laboratorium dilaksanakan secara bergantian di tiga perguruan tinggi yang terlibat dengan mendatangkan tenaga ahli dari Indonesia maupun dari Australia. Peralatan laboratorium dan bahan-bahan kimia banyak yang diadakan melalui program tersebut.

Pada tahun 2000, terjadi pembentukan UPT MIPA (bakal FMIPA kemudian FST), beberapa dosen di Program Studi Pendidikan Kimia dialihkan ke unit atau fakultas tersebut sehingga terjadi lagi kekurangan tenaga dosen tetap. Namun demikian, kekurangan ini bisa diatasi dengan kebijakan bahwa dosen-dosen yang sudah dipindahkan harus tetap membantu mengajar pada Program Studi Pendidikan Kimia. Dengan demikian maka dari aspek akademik dan pembelajaran, kualitas program studi tetap terjamin.

Sejak dimulainya sistem akreditasi bagi perguruan tinggi pada sekitar tahun 2000, awalnya Program Studi Pendidikan Kimia memperoleh akreditasi C, kemudian pada tahun 2004 memperoleh akreditasi B sampai tahun 2010. Antara tahun 2010 sampai dengan 2014, akreditasi turun kembali ke C dan tahun 2015 sampai saat ini nilai akreditasinya kembali ke nilai B. Akreditasi pada tahun 2019 memperoleh nilai 349 dengan peringkat akreditasi B, masa akreditasi 5 (lima) tahun dari tanggal 12 Juni 2019 s.d. 12 Juni 2024 dengan No. SK 1935/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019.

Sejak dibuka, Program Studi Kimia telah menghasilkan lulusan tidak kurang dari 700 orang Sarjana Pendidikan Kimia dan sebagaian besar sudah mengabdi menjadi tenaga guru yang tersebar di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur dan beberapa di antaranya tersebar sampai ke luar propinsi NTT.

Leave a Reply

Write a Reply or Comment