Program Studi Pendidikan Bahasa Korea dibuka di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Rektor UPI Tanggal 5 Agustus 2015 Nomor: 5181/UN40/HK/2015 ditandatangani oleh rektor UPI masa bakti 2015-2020 Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D. Berawal pada masa dua kali kepemimpinan Rektor UPI sebelumnya dari Tahun 2005-2015 Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Balai Bahasa UPI mengadakan kursus bahasa Korea untuk mahasiswa dan umum sejak Februari 2007 sampai Februari 2016 sekarang masih berjalan baik. Mengamati para peserta kursus yang stabil dan semakin bertambah peserta setiap tahun serta semakin bertambahnya produk-produk Korea dan demam Korea yang kian diminati banyak kalangan di Indonesia, atas dasar itu Dekan FPBS UPI yang pada saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. sebagai perintis Program Studi Pendidikan Bahasa Korea mengeluarkan Surat Tugas kepada Didin Samsudin, S.E., M.M. dan tim peneliti nomor 588/UN40.3/KP/2013 untuk melakukan penelitian ilmiah selama Maret – Agustus 2013 ke 34 SMA/SMK (1.641 responden) se Provinsi Jawa Barat tentang “Minat siswa belajar bahasa Korea dan minat melanjutkan studi ke Program Studi Pendidikan Bahasa Korea FPBS UPI�, hasilnya cukup signifikan. Dari hasil studi kelayakan tersebut, Dekan FPBS UPI membentuk tim untuk menyusun borang dan proposal pendirian Program Studi Pendidikan Bahasa Korea untuk dikaji lebih lanjut ditingkat Senat dan MWA UPI dan dapat disetujui pendiriannya. Dengan dukungan resmi dari Kedutaan Besar Republik Korea Selatan, KOICA (The Korean of International Cooperation Agency), KF (The Korea Faundation), KCC (The Korean Culture Center), AKSEIN (The Association of Korean Studies Education in Indonesia) dan beberapa pihak terkait lainnya, Program Studi Pendidikan Bahasa Korea jenjang Sarjana (Strata 1) disetujui Senat dan MWA UPI dan diterbitkan SK Rektor UPI tanggal 5 Agustus 2015 resmi dibuka. Aktifitas perkuliahan perdana semester 1 (ganjil) dimulai tanggal 1 September 2016 dengan jumlah mahasiswa 53 orang dibagi menjadi 2 kelas. Awalnya sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa melauli Saringan Masuk (SM UPI) tahun 2015. Untuk sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru tahun 2016 akan mengikuti tata cara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan UPI secara daring melalui beberapa jalur seperti : 1) SNMPTN, 2) SBMPTN, 3) SM UPI, 4) Dual Mode, dan 5) jalur Internasional.Program Studi Pendidikan Bahasa Korea sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk Akreditasi dari BAN PT dan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008. Kajian Utama Program Studi Pendidikan Bahasa Korea adalah Lulusan diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:
- Pedagogik pembelajaran bahasa Korea mulai dari pengenalan karakteristik siswa, merencanakan, menyiapkan, dan menilai hasil pembelajaran.
- Profesional yang meliputi kompetensi linguistik, kompetensi sosiolinguistik, kompetensi pragmatik, kompetensi, strategis, kompetensi aksional, dan kompetensi wacana dalam bahasa Korea, baik secara lisan maupun tertulis dalam empat ranah keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
- Teknologi informasi dasar seperti MS Word, Power Point, Excel, dan SPSS.
- Komunikasi global dengan memahami budaya Korea serta menguasai bahasa Inggris pada tingkat lower intermediate.
Berdasarkan keempat kompetensi di atas, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Korea akan dapat bekerja sebagai:
- Guru bahasa Korea yang mumpuni dan handal.
- Karyawan pada perusahaan Korea di Indonesia.
- Tenaga Kerja Indonesia di Korea yang terampil berbahasa dan terdidik.
- Penerjemah bahasa Korea yang profesional Lapangan kerja lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Korea adalah lembaga/badan/instansi pemerintah maupun swasta seperti SMA, SMK, Lembaga Kursus, Universitas, Perusahaan Korea di Indonesia, Kedubes, Agen Travel dan lainnya yang berkaitan dengan kompetensi bahasa Korea. Program Studi Pendidikan Bahasa Korea bermitra dengan AKSEIN (The Association of Korean Studies Education in Indonesia), ALTI (Asosiasi Lingusitik Terapan Indonesia), dan IJAL (Indonesian Journal of Applied Linguistics).
Leave a Reply