Program
Studi Pendidikan Fisika berdiri pada tanggal 24 Mei 2012 dengan surat keputusan
Rektor Universitas Pendidikan Fisika No. 3406/UN40/DT/2012.
Sebelum Tahun 2012 pemenuhan tenaga pendidik dan
kependidikan berkualifikasi S2 pendidikan fisika, dilakukan melalui
penyelenggaraan Program Magister Pendidikan IPA konsentrasi Fisika. Hal ini
dilakukan dengan beberapa pertimbangan; pertama, tenaga pengajar (dosen)
pendidikan fisika yang memenuhi kualifikasi doktor jumlahnya tidak memadai,
kedua, jumlah pelamar yang berminat mengikuti program S2 bidang fisika sangat
sedikit sehingga dipandang tidak efisien dari biaya penyelenggaraan jika
diselenggrakan dalam prodi yang berdiri sendiri. Tetapi seiring berjalannya waktu,
keadaan terus berubah, jumlah tenaga pengajar (dosen) jurusan pendidikan fisika
yang memiliki kualifikasi doktor jumlahnya makin banyak, demikian juga jumlah
pelamar yang berminat mengikuti program magister IPA konsentrasi fisika dari
tahun ke tahun makin banyak. Merujuk pada peningkatan jumlah peminat yang
mendaftar ke program S2 tersebut serta peningkatan tingkat kekekatatan, maka
sudah pantas penyelenggaraan program ini
dilakukan secara mandiri dalam suatu Program Magister Pendidikan Fisika dan
tidak lagi dalam bentuk konsentrasi dari suatu program studi. Dengan jumlah
mahasiswa yang mencapai angka rata-rata 30 orang untuk setiap tahunnya, maka
pendapatan yang diperoleh setiap tahun akan dapat memenuhi biaya
penyelenggaraan pendidikan yang dibutuhkan, sehingga dapat dipastikan tidak
akan membebani pihak sekolah pascasarjana UPI.
Pembukaan
program magister Pendidikan Fisika yang terpisah penyelenggaraanya dari Program
Studi Pendidikan IPA dirintis pada akhir tahun 2011 oleh Dr. Ida Kaniawati, Dr.
Dadi Rusdiana, Dr. Andi Suhandi dan Dr. Setiya Utari yang pada tahun tersebut
menjabat sebagai pimpinan Departemen Pendidikan Fisika dengan pertimbangan
bahwa pembukaan program studi S2 Pendidikan Fisika tersebut dipandang sangat
strategis dari sisi layanan akademik dan non akademik kepada mahasiswa yang akan
lebih intens dan fokus. Pengembangan kurikulum program magister dapat dibuat
lebih sinergi dengan Program Studi Pendidikan Fisika S1. Dengan demikian
pembukaan Program Magister Pendidikan Fisika secara mandiri akan dapat
menghasilkan lulusan tenaga pendidik dan kependidikan bidang fisika
berkualifikasi S2 yang lebih sesuai dengan yang diharapkan, yaitu yang memiliki
kompetensi dan kemampuan melakukan pengembangan dan inovasi pembelajaran fisika
berdasarkan hasil riset. Sehingga sejak tanggal 24 Mei 2012 Program Studi S2
Pendidikan Fisika secara resmi dibuka dengan keluarnya SK Rektor UPI tentang
Pembukaan Program Studi No. 3406/UN40/DT/2012 sehingga pada tahun tersebut
dimulai penerimaan Mahasiswa baru Program S2 Pendidikan Fisika sampai sekarang
dengan jumlah mahasiswa yang tercatat sebanyak 148
orang dengan dosen tetap sebanyak 6 orang.
Peringkat
akreditasi Pendidikan Fisika saat ini adalah C dengan SK BAN PT Nomor
119/SK/BAN-PT/Akred/M/III/2015 yang berlaku sampai tanggal 28 Maret 2020.
Kajian
utama Prodi Pendidikan Fisika adalah Pengembangan Inovasi Pembelajaran Fisika, Pengembangan
Assesmen Pembelajaran Fisika, Pengembangan Media Pembelajaran Fisika,
Pengembangan Bahan Ajar Fisika serta Pengembangan desain instrumen dan Riset
Pembelajaran Fisika.
Profil
Lulusan Pendidikan Fisika adalah memiliki kompetensi dalam pengembangan, inovasi dan pembaharuan
bidang pendidikan Fisika melalui pengkajian-pengkajian dan kegiatan-kegiatan
riset di bidang Pendidikan Fisika. Sedangkan
lapangan kerja lulusan adalah Supervisor/pengawas pendidikan Fisika, Guru inti,
staff pengajar perguruan tinggi (dosen), Pengelola Lembaga Pendidikan,
Konsultan Pendidikan, Praktisi pada
berbagai Lembaga Pendidikan, Kepala Sekolah, dan Peneliti pada bidang
Pendidikan Fisika.
Program Studi Pendidikan Fisika telah bermitra
dengan beberapa instansi pemerintahan maupun Non Pemerintahan seperti KEMENAG
dan JICA bahkan dengan beberapa perguruan tinggi Luar Negeri untuk pengembangan
kurikulum ,SDM dan peningkatan jejaring internasional di bidang Pendidikan
Fisika.
Leave a Reply