Program studi DMAS didirikan berdasarkan adanya surat dari dikti nomor: 6787/E1.3/HK/2014 dengan perihal penyampaian salinan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 476/E/O/2014. Pembukaan program doktor matematika dan aplikasi sains (MAS) termotivasi oleh perkembangan sumberdaya dan fasilitas di Universitas Syiah Kuala seperti keberadaan beberapa prodi magister di bidang sains dan aplikasinya. Selain itu, diperlukan kajian intensif setara doktoral dalam pengembangan sumberdaya alam di Aceh seperti kajian “sapi Aceh”; penyakit tropis, sumberdaya kelautan dan perikanan, produk pertanian, pertambangan dan energi terbarukan. Sehingga prodi DMAS diharapkan menjadi wadah untuk memperdalam kajian-kajian tersebut. Potensi ini semakin kuat dengan tersedianya beasiswa akselerasi bagi sarjana-sarjana baru.
Prodi DMAS diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kualifikasi dosen di beberapa perguruan tinggi termasuk perguruan tinggi di Aceh. Beberapa universitas swasta di Aceh baru saja dinegerikan yaitu Universitas Teungku Umar (UTU), Universitas Malikul Saleh (Unimal), Universitas Samudra Langsa (Unsam). Selain itu IAIN Ar-Ranirry telah berubah status menjadi UIN Ar-Ranirry yang mengharuskan pembukaan fakultas yang berhubungan dengan sains dan teknologi.
Semua universitas baru tersebut ditambah lagi dengan universitas swasta seperti universitas Muhammadiyah (UnMuha), Jabal-Gafur, Serambi Mekah membutukan dosen berkualifikasi S-3 dibidang sains dan aplikasi sains untuk memenuhi kebutuhan dosen berkualitas di institusi tersebut. Sementara di Universitas Syiah Kuala dan juga beberapa universitas lainnya masih banyak dosen yang berkualifikasi S2 dan kesempatan dosen untuk belajar ke luar daerah sudah terbatasi oleh syarat umur maksimum, selain faktor keluarga terutama bagi dosen yang juga sebagai ibu rumah tangga.
Leave a Reply